Inilah Penyebab Dan Gejala Usus Buntu Yang Perlu Anda Ketahui

19 views

Usus Buntu

Pengertian usus buntu selama ini dipahami sebagai sebuah penyakit, padahal sebenarnya usus buntu merupakan bagian dari usus yang sudah seyogyanya ada dalam tubuh manusia, adapun nama usus buntu itu sendiri terinspirasi dari perwujudannya yakni satu-satunya bagian usus yang tidak bisa dilewati oleh makanan. Dengan demikian semua orang memiliki usus buntu, dan baru akan menjadi satu masalah ketika terjadi peradangan pada bagian usus buntu tersebut.

Adapun fungsi dari usus buntu tidak berhubungan dengan sistem pencernaan tubuh, melainkan lebih kepada fungsi menjaga kekebalan tubuh manusia. Dalam istilah medis, usus buntu dikenal dengan nama Appendix dan jika terjadi infeksi maka penyakit tersebut disebut dengan istilah Apendisitis. Rasa sakit yang ditimbulkan memang luar biasa sebab usus buntu mengalami peradangan. Apendisitis bisa dialami oleh siapa saja, namun pria adalah penderita Apendisitis yang paling banyak ditemui. Dari segi faktor usia, usus buntu akan lebih mudah mengalami infeksi pada manusia yang berusia antara 10 hingga 30 tahun.

Ketika usus buntu mengalami peradangan, maka tindakan yang biasanya diambil adalah dengan melakukan operasi, namun sebenarnya masih bisa disembuhkan melalui pengobatan rutin non operasi, khususnya untuk kasus Apendisitis yang ringan. Tetapi jika penanganannya sudah tergolong terlambat maka tindakan yang cukup ekstrim terpaksa harus dilakukan yakni dengan mengangkat usus buntu dari tubuh si penderita. Tentu saja tindakan ini akan sedikit mempengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia di masa depan, mengingat bahwa usus buntu memiliki fungsi yang cukup penting untuk menjaga sistem imun tubuh.

PENYEBAB APENDISITIS ( USUS BUNTU )

Meskipun penyakit usus buntu ini tidak terlalu urgent dan bukan penyakit menular, tetapi sangat penting untuk kita semua memahami hal-hal apa sajakah yang bisa meningkatkan risiko terkena apendisitis atau infeksi usus buntu.

a) Pola makan
Masyarakat modern memiliki pola makan yang memang cenderung tidak peduli dengan kesehatan, melainkan hanya mengutamakan rasa yang lezat. Padahal sumber penyakit sebagian besar berasal dari jenis makanan yang dikonsumsi oleh manusia. Jenis-jenis makanan cepat saji memang sangat digemari oleh semua orang, namun faktanya makanan cepat saji sulit dicerna oleh tubuh dan hal ini bisa meningkatkan risiko terkena penyakit usus buntu.
Termasuk pula diantaranya adalah mengonsumsi makanan yang kurang higienis, sebab bisa jadi di dalam makanan atau minuman tersebut terdapat bakteri yang berbahaya untuk tubuh.

b) Jadwal makan tidak teratur
Aktifitas yang terlalu padat biasanya membuat orang lupa untuk makan, padahal lambung akan menghasilkan asam lambung dalam jumlah yang cukup banyak jika lambung tidak segera terisi dengan makanan yang akhirnya juga berpengaruh pada usus halus serta organ pencernaan lainnya.

c) Konsumsi makanan super pedas
Sambal merupakan satu jenis makanan yang tidak bisa dilupakan oleh masyarakat Indonesia, namun mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas akan mengakibatkan banyak masalah kesehatan termasuk salah satunya adalah iritasi pada usus buntu.

GEJALA APENDISITIS ( USUS BUNTU )

Setiap penyakit atau gangguan kesehatan pasti akan menimbulkan gejala yang merupakan satu peringatan bagi manusia untuk segera melakukan tindakan yang tepat, dan berikut ini adalah gejala-gejala apendisitis atau infeksi pada usus buntu.

• Sakit perut
Perut memang sering mengalami keluhan berupa rasa nyeri sehingga gejala ini sebenarnya sifatnya universal, nyeri pada perut pasien yang menderita infeksi usus buntu bahkan sering dikenali sebagai nyeri lambung atau bahkan nyeri yang umumnya terjadi ketika wanita menstruasi.

• Pembengkakan pada perut
Kondisi ini terjadi karena beberapa sebab, yang pertama adalah karena perubahan ukuran organ hati yang telah bekerja keras guna melakukan perlawanan terhadap racun yang menginfeksi usus buntu, penyebab kedua adalah akibat kurang lancarnya saluran pencernaan sehingga memunculkan kegiatan akumulasi gas yang cukup banyak di dalam perut.

• Diare, mual dan muntah
Karena memang penyakit ini menyangkut pada saluran pencernaan maka sudah pasti hal-hal tersebut di atas dialami oleh penderita Apendisitis, diare akan terjadi karena usus besar tidak bisa menjalankan tugasnya dengan maksimal dalam menyerap cairan dan berakibat pada encernya tinja atau feses. Adapun rasa mual dan muntah terjadi akibat meningkatnya produksi asam lambung.

• Perut kembung
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa ketika usus halus terkena infeksi maka akan terjadi akumulasi gas yang cukup banyak dan mengakibatkan ukuran perut menjadi berubah lebih besar. Perut yang kembung ini menjadi semakin membuat penderita tidak nyaman karena akan diikuti dengan kesulitan buang gas. Gejala ini biasanya diartikan sebagai masuk angin, padahal merupakan tanda-tanda bahwa usus buntu mulai tidak normal.

• Demam dan nafsu makan turun
Demam akan selalu menyertai rasa tidak nyaman pada tubuh yang mengalami penurunan kualitas kesehatan. Demam itu sendiri muncul akibat dari perlawanan sistem imun tubuh pada bakteri yang sedang menyerang usus buntu.

Demikian adalah informasi yang berkaitan dengan beberapa penyebab maupun gejala yang ditimbulkan saat usus buntu yang mengalami infeksi dan wajib untuk diwaspadai oleh setiap orang.


Leave a reply "Inilah Penyebab Dan Gejala Usus Buntu Yang Perlu Anda Ketahui"